mudah bila kita mau, membosankan bila menganggap ia sbg pelajaran, dan seru jika mengganggap sbg tantangan sehingga terdorong tuk menyelesaikan, benci bila ada yg mengatakan 'MAkin TEkun MAkin Tak KAruan'
Kalau seandainya kita belajar pelajaran selain matematika itu mengajari kita menjadi pandai, tapi klau matematika mengajari orang untuk menjadi jenius"
Dalam matematika, pertama harus ada minat, kedua harus pakai otak, mesti tidak bisa mengerjakan soal, tidak apa-apa karena anak pasti jadi semakin pintar dengan terus memakai otak
Ada pun metode belajar matematika yaitu :
1. “Metode coba-coba” adalah metode belajar alamiah, menggairahkan semangat belajar, penuh penemuan baru, kekagetan dan kepuasan berpikir . Dengan metode coba-coba, kita tidak stres, karena kita berinisiatif sendiri, dengan menggunakan insting alamiah untuk mempelajari sesuatu. kita akan tetap suka matematika. Kelemahannya adalah: terlalu makan waktu, Namaun, waktu bukan masalah jika tujuannya memupuk logika matematika yang sesungguhnya.
Sebenarnya untuk memecahkan masalah soal matematika, pengetahuan yang diperlukan hanyalah bilangan bulat, pecahan, penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian bilangan desimal. . Matematika bukanlah pelajaran untuk berhitung cepat, melainkan kemampuan menyusun angka sambil memutar otak (logika).
2. “Metode menghapal urutan cara” lebih banyak dipilih karena hemat waktu, apalagi jika banyak PR dan ujian lain. Tetapi metode ini berbahaya. Metode ini tidak mensimulasi otak dengan benar sehingga membosankan, cepat lupa, tidak menumbuhkan kemampuan berlogika, urutan cara lama tidak bisa diterapkan jika soal berubah sedikit saja.
Sampai akhir, kita harus menggunakan metode coba-coba, bukan hapal cara. Hanya dengan coba-coba sendiri dulu sampai bisa, kita akan mengerti arti penjelasan guru, dan akan lebih terkesima saat dia diperkenalkan dengan cara yang lebih efesien.
Intinya:
- Semua orang pada dasarnya adalah cerdas dan suka belajar matematika
- dan semua orang bisa belajar dan tumbuh sendiri tanpa diajari
- Orang tua dan guru mengganggu proses belajar anak-anak dengan penjelasan berlebihan tentang matematika dan perintah-perintah untuk belajar.
-di tunggu kritik saran komentar dan masukannya-